Visit Bandara Yogyakarta International Airport (YIA): Taruna/i D3 Manajemen Transportasi Mendalami Operasional Bandar Udara

Program Studi D3 Manajemen Transportasi menyelenggarakan kegiatan airport visit ke Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperluas wawasan taruna/taruni mengenai operasional bandar udara. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung proses pelayanan penumpang, fasilitas bandara, serta sistem operasional yang mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan.

Kunjungan diawali dengan mengunjungi area keberangkatan (departure area). Pada area ini taruna/taruni memperoleh penjelasan mengenai alur keberangkatan penumpang, mulai dari proses memasuki terminal hingga menuju gerbang keberangkatan. Taruna/taruni juga diperkenalkan pada berbagai fasilitas yang tersedia untuk mendukung kenyamanan penumpang serta pentingnya pengelolaan arus penumpang di terminal bandara. Yogyakarta International Airport sendiri merupakan salah satu bandara modern di Indonesia yang dilengkapi dengan 96 konter check-in dan berbagai fasilitas pelayanan penumpang.

Selanjutnya, taruna/taruni mengunjungi area counter check-in. Pada sesi ini taruna/taruni mempelajari prosedur pelayanan penumpang, proses pemeriksaan dokumen perjalanan, penimbangan bagasi, hingga penerbitan boarding pass. Taruna/taruni juga mendapatkan pemahaman mengenai koordinasi antara petugas maskapai dan pengelola bandara dalam memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan efisien kepada calon penumpang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan menuju ruang tunggu keberangkatan (boarding lounge). Di area ini taruna/taruni mengamati berbagai fasilitas yang disediakan bagi penumpang sebelum naik ke pesawat, seperti area tempat duduk, informasi penerbangan, serta sistem pemanggilan penumpang menuju ruang keberangkatan. Penjelasan yang diberikan membantu taruna/taruni memahami pentingnya pengelolaan kenyamanan dan ketertiban di ruang tunggu sebagai bagian dari pelayanan bandar udara.

Pengalaman yang paling menarik adalah berkeliling area airside menggunakan bus. Dari sisi udara bandara, taruna/taruni dapat melihat secara langsung aktivitas operasional pesawat, apron, taxiway, kendaraan Ground Support Equipment (GSE), serta proses penanganan pesawat di darat (ground handling). Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai koordinasi berbagai unit kerja yang terlibat dalam menjamin kelancaran operasional penerbangan.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF). Di lokasi ini taruna/taruni memperoleh penjelasan mengenai tugas dan fungsi ARFF dalam menangani keadaan darurat di bandar udara, termasuk kesiap siagaan personel, kendaraan pemadam khusus bandara, serta prosedur penanggulangan kecelakaan pesawat dan kebakaran. Taruna/taruni juga diperkenalkan dengan standar keselamatan penerbangan yang menjadi prioritas utama dalam operasional bandar udara.

Sebagai penutup, taruna/taruni mengunjungi area kedatangan (arrival area) untuk mempelajari alur penumpang setelah mendarat, mulai dari proses pengambilan bagasi hingga keluar dari terminal. Taruna/taruni memahami bahwa pelayanan di area kedatangan memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan efisien bagi penumpang.

Melalui kegiatan airport visit ini, taruna/taruni D3 Manajemen Transportasi memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Observasi langsung terhadap berbagai fasilitas dan proses operasional di Yogyakarta International Airport diharapkan dapat meningkatkan kompetensi taruna/taruni, memperluas wawasan mengenai industri transportasi udara, serta mempersiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang profesional dan siap menghadapi dunia kerja di bidang kebandarudaraan.

Taruna D3 Manajemen Transportasi STTKD Raih Gelar Duta Taruna Dirgantara STTKD 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Taruna STTKD Yogyakarta. Sheeva Riezky Agung Hansa, Taruna Program Studi D3 Manajemen Transportasi Kelas Alpha, berhasil meraih gelar Duta Taruna Dirgantara STTKD 2026 setelah melalui serangkaian proses seleksi yang kompetitif.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta komitmen Sheeva dalam mengembangkan kompetensi diri di bidang kepemimpinan, komunikasi, dan wawasan kedirgantaraan. Perjalanan menuju gelar tersebut diawali ketika Sheeva mendapatkan kesempatan dari senior organisasi BET untuk mengikuti seleksi Duta Taruna Dirgantara STTKD 2026.

Pada awalnya, Sheeva mengaku sempat merasa ragu untuk mengambil kesempatan tersebut. Namun, kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mewakili Program Studi D3 Manajemen Transportasi menjadi motivasi besar untuk terus maju dan membuktikan kemampuan yang dimiliki. Sebagai bentuk persiapan, ia aktif mempelajari berbagai informasi mengenai dunia aviasi, tugas dan peran Duta Taruna Dirgantara, serta mempersiapkan diri secara mental dan spiritual melalui doa dan ikhtiar.

Tahapan seleksi diawali dengan tes tertulis yang menguji pemahaman peserta mengenai dunia kedirgantaraan, tugas seorang Duta Taruna Dirgantara, serta kemampuan dalam menyelesaikan berbagai studi kasus. Berbekal persiapan yang matang, Sheeva mampu menyelesaikan seluruh soal dengan tenang, percaya diri, dan tepat waktu.

Seleksi kemudian berlanjut pada tes wawancara, di mana setiap peserta dinilai berdasarkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, wawasan, serta kepribadian. Pada tahap ini, Sheeva berhasil menunjukkan kemampuan public speaking yang baik serta mampu menjawab seluruh pertanyaan dewan juri dengan percaya diri.

Hasil dari dua tahapan tersebut mengantarkan Sheeva masuk sebagai salah satu dari lima finalis Duta Taruna Dirgantara STTKD 2026. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena berhasil membawa nama Program Studi D3 Manajemen Transportasi hingga ke babak final.

Pada tahap akhir seleksi, seluruh finalis diminta menyampaikan pidato singkat dan menampilkan bakat di hadapan dewan juri serta tamu undangan. Meskipun sempat merasakan gugup, pengalaman aktif berorganisasi sejak bangku sekolah memberikan bekal yang kuat bagi Sheeva untuk tampil percaya diri di depan publik dan menyelesaikan seluruh rangkaian penilaian dengan baik.

Seluruh proses yang telah dilalui akhirnya membuahkan hasil. Bertepatan dengan rangkaian acara Dies Natalis STTKD Yogyakarta, Sheeva Riezky Agung Hansa resmi dinobatkan sebagai Duta Taruna Dirgantara STTKD 2026. Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung di hadapan pimpinan kampus, dosen, tamu undangan, serta seluruh Taruna STTKD.

Taruna/i D3 Manajemen Transportasi Raih Bronze Medal pada Dewata Essay Competition (DEC) 2026 di Bali

Taruna/i Program Studi D3 Manajemen Transportasi berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Dewata Essay Competition (DEC) 2026 dengan meraih Bronze Medal dalam kategori kompetisi esai ilmiah. Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 Mei 2026 di Bali ini diselenggarakan oleh Komunitas Ruang Inovasi Sains dan Karya Tulis Ilmiah (RISKI) bekerja sama dengan Universitas Dhyana Pura, serta diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dewata Essay Competition merupakan kompetisi karya tulis ilmiah yang bertujuan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan kreatif dalam menyusun gagasan berbasis ilmiah. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang untuk menawarkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat melalui karya esai yang berkualitas.

Keikutsertaan taruna/i Program Studi D3 Manajemen Transportasi dalam kompetisi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi akademik, pengalaman berkompetisi, serta kemampuan menulis ilmiah. Selama proses perlombaan, peserta melalui berbagai tahapan penilaian yang menguji orisinalitas ide, kedalaman analisis, dan relevansi solusi yang ditawarkan.

Prestasi Bronze Medal yang berhasil diraih merupakan hasil dari persiapan yang matang, kerja sama tim, serta dedikasi dalam menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif. Capaian ini menjadi bukti bahwa taruna/i Program Studi D3 Manajemen Transportasi mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menunjukkan kualitas akademik yang dimiliki.

Selain menjadi kebanggaan bagi program studi, keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. Pengalaman mengikuti kompetisi nasional memberikan kesempatan bagi taruna/i untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir analitis, meningkatkan keterampilan komunikasi ilmiah, serta membangun jejaring dengan peserta dari berbagai daerah.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh taruna/i untuk terus berkarya, berinovasi, dan aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah maupun nonakademik. Dengan semangat tersebut, Program Studi D3 Manajemen Transportasi diharapkan dapat terus melahirkan insan transportasi yang unggul, berintegritas, dan mampu mengharumkan nama institusi melalui berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Seminar “Service Excellence and Professionalism in the Aviation Industry”

Himpunan Taruna Program Studi D3 Manajemen Transportasi STTKD Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang transportasi udara melalui penyelenggaraan seminar bertema “Service Excellence and Professionalism in the Aviation Industry”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026 dan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.

Seminar menghadirkan Dr. (C) Binsar Reynold, S.E., MM.Tr., QIA selaku Airport Operation Center Head PT Angkasa Pura Indonesia – Yogyakarta International Airport sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting terkait pelayanan prima dan profesionalisme yang menjadi kunci utama dalam industri penerbangan modern. Industri penerbangan tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kualitas pelayanan, etika kerja, disiplin, serta kemampuan komunikasi yang baik dalam menghadapi penumpang maupun rekan kerja.

Kegiatan ini diikuti oleh Taruna/i dari berbagai program studi, antara lain D4 Manajemen Transportasi Udara, D3 Manajemen Transportasi, D1 Ground Handling, dan D1 Flight Attendant. Kehadiran peserta dari berbagai program studi tersebut menciptakan suasana seminar yang interaktif dan penuh semangat belajar. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun citra profesional sejak masa pendidikan agar siap bersaing di dunia kerja, khususnya pada sektor transportasi udara yang terus berkembang secara dinamis.

Selain itu, seminar ini juga membahas kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan dan perkembangan industri penerbangan di era modern. Peserta diajak untuk memahami bahwa pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Taruna/i STTKD Yogyakarta dapat terus meningkatkan kompetensi, memperkuat sikap profesional, serta memiliki semangat untuk memberikan pelayanan terbaik dalam dunia kerja nantinya. Seminar ini menjadi salah satu langkah positif dalam membentuk generasi insan transportasi udara yang unggul, disiplin, dan berintegritas tinggi.

STTKD Perkuat Kualitas Taruna Lewat Monitoring PKL dan Sinergi Industri di Solo–Semarang

Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara dan D3 Manajemen Transportasi STTKD kembali menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Solo dan Semarang pada 30–31 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menjaga kualitas pelaksanaan PKL sekaligus mempererat kolaborasi dengan mitra industri.

Kegiatan tersebut melibatkan dua dosen STTKD, yaitu Ibu Aditya Dewantari, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi D3 Manajemen Transportasi dan Ibu Anita Nur Masyi’ah, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara. Mereka melakukan pemantauan langsung di lokasi PKL serta berdiskusi dengan pihak perusahaan terkait perkembangan kemampuan dan kinerja taruna.

Foto : Kunjungan di Injourney Semarang

Dalam proses monitoring, tim mengunjungi sejumlah perusahaan mitra seperti PT Angkasa Pura Solo, PT Gapura Angkasa Solo, DMK Kargo Solo, PT Angkasa Pura Semarang, PT Gapura Angkasa Semarang, dan DMK Kargo Semarang. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai secara langsung kedisiplinan, etos kerja, serta pencapaian kompetensi taruna selama menjalani PKL.

Sebanyak 19 taruna turut menjadi bagian dari kegiatan evaluasi ini, yang terdiri dari 14 taruna D3 Manajemen Transportasi dan 5 taruna D4 Manajemen Transportasi Udara. Berdasarkan penilaian dari pihak industri, para taruna menunjukkan performa yang memuaskan, dengan kedisiplinan tinggi, ketepatan waktu, serta kemampuan menjalankan tugas sesuai standar kerja yang ditetapkan.

Meski demikian, pihak perusahaan juga memberikan beberapa catatan penting sebagai bahan pengembangan. Secara umum, taruna dinilai telah memiliki pemahaman yang sesuai dengan kebutuhan industri dan sikap kerja yang baik. Namun, peningkatan pada aspek hospitality serta pemahaman terhadap customer experience masih perlu terus didorong.

Selain sebagai sarana evaluasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih strategis melalui rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU). Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya peluang kolaborasi dalam pengembangan kurikulum serta peningkatan kompetensi taruna melalui program sertifikasi.

Melalui langkah ini, STTKD Yogyakarta terus berupaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja, khususnya di bidang penerbangan dan logistik.

Prestasi Taruna STTKD Yogyakarta Raih Penghargaan “Most Inspiring Idea” di Singapura

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna dan taruni Indonesia di kancah internasional. Rani Sawitri, taruni Program Studi D3 Manajemen Transportasi, bersama dua rekannya, Gilang Tri Sandi dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara dan Aulia Dea Fadzila dari Program Studi S1 Teknik Dirgantara, berhasil mengharumkan nama Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta pada ajang International Research Paper Competition 2025.

Kompetisi riset internasional ini diselenggarakan pada 18 Desember 2025 di National University of Singapore (NUS), Singapura. Ajang tersebut diikuti oleh mahasiswa dan taruna dari berbagai negara dengan beragam latar belakang keilmuan. Setiap peserta dituntut untuk menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah yang inovatif, aplikatif, serta relevan dengan tantangan global di bidang sains, teknologi, dan transportasi.

Dalam kompetisi ini, Rani Sawitri dan tim menunjukkan performa yang sangat meyakinkan. Dengan mengusung gagasan riset yang mengintegrasikan aspek manajemen transportasi dan teknologi kedirgantaraan, mereka mampu menarik perhatian dewan juri. Presentasi yang sistematis, ide yang orisinal, serta solusi yang inspiratif menjadi nilai tambah dalam penilaian.

Atas keunggulan tersebut, tim dari STTKD Yogyakarta ini berhasil meraih penghargaan “Most Inspiring Idea”. Penghargaan ini diberikan kepada peserta yang dinilai mampu menghadirkan ide penelitian paling menginspirasi dan berpotensi memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di dunia transportasi dan kedirgantaraan.

Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan dan pembinaan akademik di STTKD Yogyakarta. Kolaborasi lintas program studi yang dilakukan oleh ketiga taruna tersebut menunjukkan bahwa sinergi keilmuan mampu menghasilkan prestasi unggul di tingkat internasional.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika STTKD Yogyakarta untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani bersaing di forum global demi mengharumkan nama institusi dan Indonesia.

Kolaborasi Taruna Lintas Prodi Antarkan Prestasi Gemilang: Raih Gold Medal Bidang Pangan di Pekan Ilmiah Nusantara 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna Indonesia dalam ajang ilmiah nasional. Rani Sawitri, taruna Program Studi D3 Manajemen Transportasi, berhasil meraih Gold Medal Kategori Bidang Pangan pada Pekan Ilmiah Nusantara (PIN) 2025 yang diselenggarakan pada 15 November 2025 di Malang. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam menjawab tantangan strategis bangsa, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Dalam ajang tersebut, Rani Sawitri tidak hanya berprestasi secara individu, tetapi juga berkolaborasi bersama Gilang Tri Sandi, taruna Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara, dan Aulia Dea Fadzila, taruna Program Studi S1 Teknik Dirgantara. Kolaborasi lintas disiplin ini berhasil mengantarkan tim meraih Juara Harapan 2 Kategori Umum, menunjukkan kekuatan sinergi antarbidang ilmu dalam menghasilkan gagasan inovatif yang aplikatif.

Karya ilmiah yang diusung berjudul “Diversifikasi Pangan Lokal sebagai Solusi Krisis Ketahanan Pangan Indonesia: Inovasi Produk Sorgum dan Singkong Berbasis Teknologi Pangan untuk Mengurangi Ketergantungan Impor Beras”. Penelitian ini mengangkat isu krusial terkait tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor beras, yang berpotensi mengancam stabilitas dan kemandirian pangan nasional.

Melalui pendekatan teknologi pangan, tim menawarkan inovasi pengolahan sorgum dan singkong sebagai alternatif pangan lokal yang bernilai gizi tinggi, berkelanjutan, serta adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung program diversifikasi pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama.

Keberhasilan para taruna ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi taruna lainnya untuk terus berinovasi, berpikir kritis, serta berkontribusi aktif dalam memberikan solusi nyata terhadap permasalahan bangsa melalui riset dan karya ilmiah yang berdampak luas bagi masyarakat.

Prestasi Rani Sawitri di Kompetisi Menulis Nasional

Prestasi Rani Sawitri di Kompetisi Menulis Nasional

Taruni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), Rani Sawitri dari Program Studi D3 Manajemen Transportasi, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Ia berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang National Writing Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Inteleksa bersama HMDE Universitas Andalas. Kompetisi bergengsi ini dilaksanakan pada 1–2 November 2025 di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam perlombaan tersebut, Rani mengusung karya berjudul “Transformasi Transportasi On Demand sebagai Katalis Wirausaha Muda dalam Membangun Ekosistem Logistik Digital Inklusif untuk UMKM”. Tulisan ini dinilai menonjol karena berhasil menggabungkan analisis mendalam mengenai perkembangan transportasi on demand dengan peluang yang dapat diciptakan bagi wirausaha muda, khususnya dalam memperkuat ekosistem logistik digital bagi pelaku UMKM. Dewan juri menilai karya Rani memiliki struktur argumentasi yang kuat, relevan dengan perkembangan industri, serta menawarkan solusi yang aplikatif.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu bersaing dalam kompetisi akademik yang menuntut kreativitas, analisis kritis, dan kemampuan berpikir inovatif. Prestasi Rani tentu menjadi kebanggaan besar bagi STTKD dan mencerminkan kualitas pembinaan akademik yang mendorong mahasiswanya untuk berkembang secara komprehensif—baik dalam kompetensi teknis maupun literasi.

Rani berharap pencapaiannya dapat menginspirasi taruna dan taruni lainnya untuk tidak ragu menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Baginya, menulis bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga tentang menyampaikan ide yang mampu membawa perubahan positif. Ia berkomitmen terus mengembangkan diri sebagai taruni berprestasi yang siap memberikan kontribusi bagi dunia transportasi dan kedirgantaraan Indonesia.

Pihak kampus menyambut baik prestasi ini dan berharap kemenangan Rani menjadi awal dari lebih banyak pencapaian membanggakan di masa mendatang.

Menatap Peluang Karier di Bidang Keamanan Penerbangan: STTKD Gelar Seminar Inspiratif tentang Aviation Security

Yogyakarta, 18 Juni 2025 – Program Studi D3 Manajemen Transportasi Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta bersama Himpunan Taruna Jurusan D3 MT berhasil mengadakan seminar bertajuk Aviation Security Job Opportunities for Aviation Campus Graduates.

Acara ini menjadi wadah bagi taruna-taruni untuk memperluas wawasan tentang peluang karier di sektor keamanan penerbangan (Aviation Security/AVSEC).

Bertempat di Ruang Kuliah Umum STTKD, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari Prodi D3 Manajemen Transportasi dan D4 Manajemen Transportasi Udara. Seminar menghadirkan pembicara berpengalaman, Bapak Hilman Fuadi, selaku Airport Security Chief Assistant di Bandara Adi Soemarmo.

Diskusi yang dipandu oleh Jeffri Wardana, alumni Prodi D3 MT STTKD, berlangsung dengan penuh semangat dan interaktif. Para peserta mendapatkan penjelasan mendalam tentang peran vital Aviation Security, berbagai tantangan di lapangan, serta tahapan untuk memulai karier di bidang tersebut. Mulai dari pelatihan dasar, sertifikasi kompetensi, hingga pentingnya menjaga etika dan profesionalisme kerja.

“Keamanan bandara adalah garis depan dalam menjaga keselamatan penerbangan. Dibutuhkan generasi muda yang siap, terlatih, dan kompeten sesuai standar internasional,” ujar Bapak Hilman dalam pemaparannya.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait jalur karier AVSEC, proses seleksi, hingga pengalaman langsung di dunia kerja keamanan penerbangan.

“Kegiatan ini membuka cakrawala baru tentang pilihan karier setelah lulus. Seminar ini benar-benar menambah wawasan kami,” ungkap salah satu taruni peserta.

Melalui kegiatan ini, STTKD menegaskan kembali komitmennya untuk membekali lulusan dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, tidak hanya melalui pendidikan di kelas, tetapi juga lewat kegiatan yang langsung menghubungkan mahasiswa dengan industri penerbangan.

Dosen D3 Manajemen Transportasi Raih Apresiasi Dosen Terbaik 2025 STTKD

Yogyakarta – Dua dosen dari Program Studi D3 Manajemen Transportasi STTKD mendapatkan apresiasi sebagai Dosen Terbaik dalam dua kategori berbeda pada acara Potong Tumpeng dan Doa Bersama Dies Natalis STTKD ke-30, yang digelar Selasa, 29 April 2025 di Hanggar Boeing 737-200, Kampus STTKD.

Kegiatan doa bersama ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-30 STTKD yang dihadiri oleh pimpinan, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan. Dalam momen tersebut, pimpinan STTKD memberikan apresiasi kepada para dosen yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, penghargaan diberikan kepada Bapak Arif Fakhrudin, S.E., M.M. sebagai Dosen Terbaik Kategori Penelitian, serta Ibu Dhiani Dyahjatmayanti, S.TP., M.B.A. sebagai Dosen Terbaik Kategori Pengabdian kepada Masyarakat. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi para dosen dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi.

Dua dosen D3 Manajemen Transportasi yang menerima penghargaan tersebut dinilai telah memberikan kontribusi signifikan melalui karya ilmiah yang inovatif di bidang transportasi serta pengabdian masyarakat yang berdampak langsung.

Ketua STTKD menyampaikan kebanggaannya atas prestasi ini dan berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen lain dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. “Ini adalah bukti nyata bahwa dosen STTKD tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.

Prestasi ini memperkuat posisi STTKD sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada keunggulan akademik. Selamat atas pencapaiannya!